Senin, 19 Desember 2011

BUPATI TINJAU NAGARI RAO-RAO SETELAH BENCANA ALAM ANGIN PUTING BELIUNG

Bupati Tanah Datar, M. Shaiq Pasadigoe meninjau kondisi masyarakat Jorong Carano Batirai, Nagari Rao-Rao, Kecamatan Sungai Tarab pasca bencana alam angin Puting Beliung yang terjadi pada sore, Minggu (11/12) kemaren.

Di posko Penanggulagan Bencana alam Angin Puting Beliung, Kantor Wali Nagari Rao-Rao, Bupati disambut Kepala BPBD Tanah Datar, Altri Suandi, Camat Sungai Tarab, Syahril, dan Muspika senin kemaren dan menjelaskan kondisi terakhir dan langkah yang yang telah dilakukan pemerintah dan batuan dari relawan.

Berdasarkan pendataan terakhir, Altri Suandi mengemukakan jumlah rumah yang dirusak oleh angin putting beliung sebanyak 53 buah rumah dan 7 rumah diantaranya mengalami rusak berat.

Pihak BPBD bekerjasama dengan TNI, Polri dan Satpol PP serta masyarakat pagi senin telah melakukan gotongroyong membersihkan puing-puing seperti atap, kekayuan yang dihempaskan angin putting beliung pada saat itu.

Bupati juga mempertanyakan bagaimana kondisi keluarga korban yang rumahnya rusak tersebut, Camat Sungai Tarab, Shahril menjelaskan, sudah ditampung oleh para tetangga dan family yag rumahnya selamat dari amukan angin putting beliung.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Sri Lestari yang sebelumnya telah turun kelapangan meninjau kondis korban dan mendata kerugian serta perkiraan yang dibutuhkan untuk pemulihan menjelaskan, kebutuhan masyarakat dalam bentuk logistic tidaklah akan menjadi perioritas, karena pada umumnya keluarga korban telah ditampung oleh family masing-masing.

Akan tetapi yang sangat mendesak adalah masalah rumah yang rata-rata atap rumahnya yang rusak akibat terpaan angin PB, oleh sebab itu yang perlu segera diupayakan adalah bantuan berupa atap seng dan kayu.

Menurut Sri Lestari satu keluarga diantaranya terdapat keluarga yang tidak mampu yang perlu menjadi perhatian kita bersama, yaitu keluarga yang dikepalai seorang janda bernama Lismar di Bukit Jaya, Jorong Carano Batirai rumahnya hancur dan kini diselamatkan oleh tetangga sebelahnya.

Orang seperti Lismar yang sehari=hari sebagai buruh tani, yang memiliki tanggungan 5 orang itu kalau bisa menjadi prioritas untuk segera dibagunkan rumah dengan sistim bedah rumah dengan bantuan dari donator dan dikerjakan secara gotongroyong, disamping perlunya bantuan material bagi korban lainnya untuk mengembalikan kondisi rumah untuk bisa kembali dihuni, ungkap Sri Lestari. (Humas-Veri)


aNdHi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright @ 2013 aNdHi Rao-Rao.