Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Curhat Ku di Balik Jari-Jari Sepeda ISSI Sumbar

Tour de Singkarak 2012 yang akan di laksanakan pada tanggal 04 -10 Juni 2012 ini tidak beberapa waktu lagi. Tim PengProv ISSI sumbar masih belum mengambil langkah untuk mempersiapkan para pembalapnya, sebenarnya setelah TdS 2011 yang lalu pembinaan harus di lakukan agar di pada TdS 2012 ini pembalap kita sudah siap mental dan fisik, latihan yang cukup serta di berikan atau di ikut sertakan dalam lomba-lomba serta kejurnas-kejurnas, sehingga mental dan fisik serta skill pembalap kita bisa menyaingi pembalap-pempalab yang akan berlaga di TdS Juni mendatang, namu apa yang terjadi sesungguhnya ....???? Pembalap kita hanya di panggil apabila ada perlombaan , lalu di persiapkan dalam beberapa minggu, dan sang komandan meminta alit tadi prestasi, apakah itu bisa terlaksanan ...???? sungguh ironis terdengar balap sepeda sumbar ini, tetapi itulah kenyataanya.

Sekarang sudah Bulan ketigan pada tahun 2012 ini, persiapan atlit belum ada, atlit kalau mau latihan silahkan, atlit tidak pernah di perhatikan, latihan dengan dana pribadi, bermandikan keringat sepanjang jalan yang mereka lalui, satu gelas air mineral pun tidak pernah di berikan oleh PengProv ISSI Sumbar, latihan tidak pernah di kawak bak kato urang awak " itiak ko indak pernah di gubaloan sudaaaa itu bamintak pulo ka si itiak untuak batalua banyak" hohww apakah itu akan terjadi ... ???

Sekarang kita telah sama-sama melihat dari 3 tahun terakhir tidak satu orangpun pembalab ISSI Sumbar yang bisa finis / menyelesaikan balap. hhmmmm kedengaranya sangat menyedihkan, oleh karena itu marilah kita bersama-sama memberikan semangat dan dorongan kepada atlit-atlit sumbar agar di kegiatan-kegiatan yang akan di laksankan bisa membuahkan hasil.

saya mohon maaf apabila dari tulisan di atas membuat pembaca jadi tersinggung, saya tidak bermasksud sedikitpun untuk menyinggung, akan tetapi lihatlah bersamna-sama, maka kita akan tau apa yang semestinya dan seharusnya kita perbuat. akhir kata wassalamu'alaikum

Sabtu, 17 Maret 2012

Latihan Minggu 18 Maret 2012

hayy.. aLL, Salam Gowes.."BasiKayuah"


esok kita gowes dari Padang Kota, menuju Painan, "Bukik Langkisau" ,,,==>
star dari Padang Jam 08:00 Wib.


Rabu, 30 Desember 2009

Jumlah Kecelakaan KA Pada Tahun 2009 Menurun, Namun Sosialisasi Tetap di Lakukan

Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan kereta api yang terjadi sepanjang tahun ini mengalami penurunan yang cukup singnifikan. Namun demikian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi darat termassal tersebut.

 
Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengungkapkan, hingga awal Desember 2009 ini, jumlah kecelakaan kereta api yang terjadi di Indonesia sebanyak 90 kejadian. Jumlah tersebut relatif jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 147 kejadian kecelakaan, dan tahun 2007 yang mencapai 159 kejadian.

”Tingkat penurunannya memang cukup signifikan, tapi tetap masih harus ditekan hingga sekecil mungkin,” ujarnya saat membuka Workshop Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian di Hotel Milenium Jakarta, Senin (28/12).

Tundjung menambahkan, upaya untuk menekan kecelakaan di sektor transportasi perekeretaapian memang bukan hal yang mudah. Namun, menurutnya, upaya tersebut akan terus dilakukan semaksimal mungkin oleh pemerintah melalui beragam cara.

Dijelaskan, terkait masalah teknis, Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah menjalankan dan merencanakan banyak program untuk menekan angka kecelakaan. Mulai dari melakukan penambahan rangkaian kereta untuk meningkatkan kapasitas angkut, menambah lajur dan jadwal perjalanan, memperbaiki sarana dan infrastruktur, menertibkan puntu-pintu perlintasan liar, mengetatkan pengawasan baik di stasiun dan di dalam kereta, dan sebagainya.

”Tapi tetap saja itu tidak akan bisa optimal jika budaya dispilin masyarakat masih rendah. Sebanyak apa pun kita tambah rangkaian kereta, kalau masyarakat masih senang naik di atas atap kereta dan sambungan juga menerobos palang pintu perlintasan, kecelakaan akan tetap terjadi. Diberi sanksi hukuman berat juga tetap saja masih banyak yang belum kapok. Jadi, dibutuhkan upaya penyadaran tersendiri untuk memunculkan kedisiplinan dari dalam diri. karena masalah terberat yang menjadi kendala dalam menekan kecelakaan kereta api sesungguhnya bukanlah masalah teknis, tetapi justru dari sisi sosial masyarakat,” papar Tundjung.

Atas dasar itulah, lanjut dia, Ditjen Perkeretaapian akan meningkatkan dan terus  mengembangkan pola sosialisasi penyadaran kepada masyarakat akan risiko indisipliner penumpang saat menumpang kereta api, termasuk risiko bagi masyarakat non-penumpang tentang pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan terkait, salah satunya adalah ketika melintasi perlintasan

”Sejauh ini kita telah libatkan peran aktif pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perhubungan setempat maupun unsur kepolisian. Tetapi di sisi lain, kita juga akan rangkul stakeholders lain yang memiliki pengaruh langsung kepada masyarakat untuk turut melakukan sosialisasi seperti pemuka-pemuka agama, pemuka adat, tokoh-tokoh masyarakat dan lainnya. Termasuk pula, rencananya akan kita libatkan psikolog, antropolog, dan lain-lain, yang memiliki kemampuan khusus untuk menyadarkan masyarakat dengan cara mereka,” ungkap Tundjung.

Tundjung berharap, lokakarya yang digelar Direktorat Keselamatan dan Teknis Sarana Ditjen Perkeretaapian ini sendiri dapat menemukenali permasalahan strategis dan menurumuskan kebijakan serta strategi dan program aksi yang tepat untuk menekan upaya kecelakaan perkeretaapian. ”Juga bisa memberikan pencerahan dan gambaran yang komprehensif, karena melibatkan seluruh pemangku kepentingan di dalamnya,” pungkasnya

sumber:dephub

 

Copyright @ 2013 aNdHi Rao-Rao.